banner 728x250

Refleksi 77 Tahun Indonesia Merdeka, LMND : Saatnya Kita Juga Merdeka dari Stunting

  • Bagikan
banner 468x60

Jakarta – Pada peringatan 77 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) akan mengkampanyekan gerakan merdeka dari stunting. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Muhammad Asrul saat memimpin rapat kajian percepatan penanganan stunting, di Central Gerakan LMND, Jakarta timur, Sabtu (13/08/2022).

Pada kesempatan tersebut, Asrul menyampaikan bahwa momentum kemerdekaan Republik Indonesia harus dijadikan sebagai refleksi untuk perbaikan kualitas hidup rakyat Indonesia. Menurutnya, salah satu persoalan yang mesti mendapatkan perhatian dan penanganan serius dari pemerintah adalah masalah stunting.

banner 336x280

“Kasus stunting di Indonesia masih cukup tinggi. Data hasil survei tahun 2021, prevalensi stunting berada diangka 24,4 persen. Ini harus mendapatkan perhatian serius dari pemerintah dengan penanganan yang cepat dan tepat,” kata Asrul.

Lebih lanjut, Asrul mengungkapkan dampak stunting akan membahayakan masa depan generasi muda bangsa Indonesia. Selain pertumbuhan fisik yang terhambat, stunting juga akan mempengaruhi kecerdasan otak bahkan dapat berujung kematian apabila tidak ditangani dengan tepat.

“Pertaruhannya adalah sumber daya manusia generasi bangsa ini. Anak-anak akan rentan terhadap penyakit, tubuhnya akan kerdil dan kemampuan berpikirnya tidak akan maksimal bahkan menyebabkan kematian,” ungkap Asrul.

Mahasiswa yang sementara melanjutkan studi di Universitas Paramadina ini menyebutkan bahwa faktor utama stunting adalah status gizi buruk bagi ibu hamil dan anak.

“Dari banyak penelitian mengungkapkan penyebab stunting sangat kompleks dan multidimensi. Misalnya, kurangnya kesadaran ibu hamil akan pentingnya nutrisi bagi diri dan janinnya, pola pengasuhan yang tidak baik, terbatasnya layanan kesehatan, kurangnya nutrisi bagi anak maupun terbatasnya akses ke air bersih dan sanitasi,” tutur Asrul.

Selain itu, Asrul juga menyoroti kondisi perekonomian masyarakat yang belum pulih akibat pandemi. Menurutnya, ketidakstabilan ekonomi rakyat akan turut mempengaruhi perkembangan dan peningkatan prevalensi stunting di Indonesia.

“Banyaknya angka pengangguran, menurunnya daya beli masyarakat serta sulitnya ekonomi rakyat akan menghambat proses percepatan penanganan stunting,” kata Asrul.

Oleh karena itu, ia menyampaikan bahwa penanganan stunting harus menjadi tanggung jawab bersama. Penanganannya pun tidak boleh mengedepankan ego-ego sektoral.

“Gerakan melawan dan merdeka stunting tidak boleh hanya diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah saja. Semua elemen bangsa harus berkolaborasi dan terintegrasi baik dari pemerintah pusat maupun struktur pemerintahan terkecil,” ucap Asrul.

Ia menyampaikan bahwa keterlibatan kaum muda, generasi milenial, generasi z akan menjadi modal kuat dalam percepatan penanganan stunting.

“Oleh karena itu, LMND secara organisasional akan terlibat langsung dalam proses percepatan penanganan stunting serta akan mengkonsolidasikan kaum muda, generasi millenial dan gen Z untuk berkolaborasi bersama menurunkan angka stunting di Indonesia,” tegasnya.

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close