banner 728x250

Jalin Persatuan di Kanzus Shalawat Bogor, Habib Lutfi : Sekali Merah Putih Tetap Merah Putih

  • Bagikan
banner 468x60

BOGOR – Ribuan warga Nahdliyin tumpah ruah menghadiri acara Kanzus Shalawat Bogor, di Yayasan Al Ghazaly, Bogor, Senin (25/11/2019). Acara yang dihadiri ulama besar Habib Luthfi Bin Yahya itu mengambil tema ‘Bershalawat untuk Menjalin Persatuan’.

Acara Kanzus Shalawat Bogor itu tersirat pesan penting yakni mengajak semua umat muslim khususnya Nahdliyin agar semakin cinta pada tanah air dan perdamaian baik sesama masyarakat seagama, sebangsa dan se tanah air serta sesama manusia.

banner 336x280

Habib Maulana Lutfi Bin Yahya yang merupakan seorang icon dalam gerakan persatuan dan kebangsaan itu mengajak semua pihak untuk mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Jangan kecewakan pejuang bangsa, jangan kecewakan bangsa ini dan saat kita mati kita tidak akan mengecewakan Baginda Nabi Muhammad SAW. Jaga kehormatan dan martabat bangsa, sekali Merah Putih tetap merah putih,” ungkap Habib Maulana Luthfi.

Selain itu, Kyai Kharismatik asal Pekalongan itu juga mengingatkan kepada generasi saat ini agar tidak melupakan sejarah bangsa dengan cara menumbuhkan semangat nasionalisme.

“Semangat nasionalisme harus tetap membara. NKRI lahir berkat perjuangan dan jerih payah orang-orang terdahulu termasuk para ulama dan kyai yang turut serta mengangkat senjata mengusir penjajah,” jelasnya.

Sebagai salah tokoh Islam yang berpengaruh di Dunia, Habib Lutfi menghimbau umat muslim akan terus membawa angin segar pada perdamaian, keserasian dan kehormonisan kehidupan beragama di Kota Bogor yang sangat beragam. Kehidupan yang aman dan damai akan membawa kekhusuan dalam beribadah, sangatlah sulit beribadah secara khusus apabila situasi perang dan gaduh.

“Insya Allah Kanzus Shalawat Bogor akan membawa berkah bagi warga Bogor pada khususnya dan Indonesia pada umumnya,” tambahnya.

Sementara itu, KH. Mustafa ABN bahwa pembukaan Kanzus Shalawat di Al-Ghazaly bukan merupakan peristiwa biasa, tetapi mengandung unsur sejarah yang panjang. Dia menjelaskan bahwa pendiri Al-Ghazaly KH. Abdullah Bin Nuh adalah Murid dari Kakek Habib Lutif yaitu Syeikh Al Habib Hasyim bin Umar bin Thoha Aal Bin Yahya dan Habib Lutfi Bin Yahya adalah Murid dari KH. Abdullah Bin Nuh.

“Catatan sejarah yang panjang dan dipenuhi dengan catatan-catatan emas hubungan antara Guru dan Murid, terjalin semakin erat dengan adanya Kanzus Shalawat di Bogor dan terus dilestarikan sampai sekarang,” kata Mustafa.

Dikatakannya, menjadi sebuah tradisi dalam masyarakat Nahdiyin hubungan antara guru dan murid bukan hanya sekedar mengajar, tetapi terdapat nilai-nilai adab dan religius yang menjadi salah satu budaya unggulan yang dapat melestarikan nilai-nilai luhur.

Acara Kanzus Shalawat melibatkan berbagai tokoh masyarakat, Habaib, Alim Ulama, tokoh agama, para pejabat daerah, TNI / Polri, Partai Politik dan Ormas-ormasi di Kota Bogor. Ajang silaturahmi yang diliputi oleh situasi relegius akan membawa ketenangan, kedamaian, ketentraman dan Insya Allah penuh keberkahan. Agenda ini juga menggabungkan tradisi Nahdiyin dan Nasional merupakan suatu bentuk komitmen kebangsaan warga Nahdiyin dan tetap berpegang teguh kepada fatwa Hadratuh Syeich Kyai Hajin Hasyim Asyari Pendiri Nahdathul Ulama yaitu Hubbul Wathon Minal Iman (Cinta Tanah Air adalah bagian dari Iman).

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close