banner 728x250

Media Era Muslim Berkonten “Pelintiran”, Masyarakat Jangan Termakan Hoax

  • Bagikan
banner 468x60

JAKARTA – Belakangan ini banyak informasi hoax yang beredar di media sosial. Salah satunya merupakan hasil pemelintiran dari sebuah informasi yang dilakukan oleh media online yang tidak terverifikasi dewan pers. Sebut saja Portal eramuslim.

Pegiat medsos Ahmad menyayangkan fenomena adanya media hoax yang justru kerap menggiring opini sesat ke masyarakat. Era muslim, sangat bertolak belakang namanya dan tagline nya.

banner 336x280

“Entah apa motivasinya, tapi yang jelas praktek tersebut digunakan untuk menggiring opini masyarakat. Website seperti eramuslim sendiri tak sesuai dengan tagline-nya sebagai media rujukan Islam,” tegasnya, hari ini.

Karena, kata dia, kontennya cenderung tidak jujur hanya demi kepentingan partisannya, sehingga isi dalam portal eramuslim tersebut hanya provokasi dan hoax. Hal itu bisa dikatakan tak sesuai dengan kaidah jurnalistik, dimana media harusnya independen dan mengabarkan kenyataan secara obyektif.

Untuk diketahui, saat ini Portal eramuslim masuk dalam daftar media yang radikal, berdasarkan surat bernomor No 149/K.BNPT/3/2015 tentang Situs/Website Radikal ke dalam sistem filtering Kemkominfo, portal eramuslim telah terdaftar di kementrian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) dalam tahap pemblokiran.

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) telah meminta kepada Kemkominfo agar penyelenggara internet service provider (ISP) untuk memblokir portal eramuslim, supaya tidak ada ruang yang bebas untuk dapat memprovokasi masyarakat.

“Dan mari kita menjadi masyarakat yang cerdas secara literasi agar tidak dibodoh-bodohi oleh media abal-abal seperti portal eramuslim, dengan hanya bermodal informasi pelintiran yang tidak diketahui sumber informasinya,” pungkasnya.

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close